Posted by: blogiwan | 3 June 2013

Rumah Sakit Angkat Tangan, Dokter Magang di Puskemas Menyelamatkan

Sebenarnya saya bercita-cita menulis kisah ini dengan detail ala investigasi atau reportase dengan menyelipkan foto-foto pemerannya. Tapi apa daya dengan kesibukan saya sekarang susah untuk mewujudkannya. Lebih-lebih saya sekarang jauh dari kampung halaman tempat kisah ini terjadi.

Kisah ini adalah nyata, jika ada yang meleset atau salah tulis atau salah kutip itu karena saya tidak langsung menulisnya saat mendengar kisah ini.

Waktu kecil kami punya guru ngaji, kami biasa memanggilnya “Kang Syam”. Sebenarnya nama aslinya Sumijan, tapi di Pesantren sang Kyai memberi nama Syamsu Roji’, sehingga begitulah kami memanggilnya Kang Syam.

Setelah menikah Kang Syam tidak lagi tinggal di kampung kami, ia tinggal di kampung istrinya. Suatu hari satu penyakit menyebabkan dia lumpuh kaki kirinya, selain lumpuh perlahan kakinya mengecil. Dalam rentang 2 tahun beliau bercerita tidak kurang 4 kali masuk rumah sakit, kadang masuk RSUD Dr. Raden Soedjati, kadang masuk RS.Panti Rahayu yang di tempat kami lebih populer dengan sebutan RS Yakkum. Beliau bercerita bahwa selama 4 kali masuk rumah sakit tersebut boleh dibilang hasilnya nihil. Bahkan untuk sekedar mendapati sumber atau nama penyakitnya. Dokter yang menanganinya cuma menduga ini gangguan saraf dsb.

Lalu suatu hari Kang Syam berinisiatif memeriksakan diri ke Puskesmas Grobogan. Dari sinilah takdir Allah mempertemukan dia dengan seorang dokter magang yang kemudian menjadi perantara kesembuhannya. Singkat cerita setelah cek ini itu, dan wawancara mendalam dokter tersebut meminta sampel dahak Kang Syam. Benar saja beberapa hari kemudian setelah hasil lab keluar ternyata kelumpuhan Kang Syam disebabkan penyakit paru-paru. Kok bisa?

Kang Syam cerita dia juga heran apa hubungannya sakit paru-paru sama kelumpuhan? Berdasar cerita Kang Syam dokter tersebut menjelaskan dengan contoh seorang penyanyi legendaris Chrisye yang juga lumpuh padahal sakitnya paru-paru.

Singkat cerita Kang Syam diberi resep obat yang harus diminum setahun tanpa boleh kelewatan sehari saja, seperti pengobatan penderita TBC. Obatnya gratis dan bisa diambil di Puskesmas tiap bulan.

Biidznillah sebelum masa penyembuhan habis beliau sudah bisa kembali berjalan. Bahkan kakinya yang mengecil mulai pulih dan membesar lagi. Suatu saat nanti kalau bertemu lagi saya akan ambil foto beliau untuk saya upload disini, juga akan saya tanyakan siapa nama dokter tersebut.

Hikmah dari kisah ini adalah tetaplah optimis dalam mencari kesembuhan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: