Posted by: blogiwan | 13 November 2013

Mengkritisi Logika Sandal Kesehatan

Beberapa tahun belakangan ini ramai dijual yang namanya sandal kesehatan. Dari yang harganya puluhan ribu rupiah dan dijual di bus-bus sampai yang ratusan ribu bahkan jutaan yang dijual melalui TV belanja. Benarkah sandal tersebut bermanfaat untuk kesehatan?

Saya menulis ini dalam keadaan belum meriset atau review tulisan-tulisan ilmiah tentang sandal kesehatan. Tapi ada satu hal yang langsung mengganjal.hati saya dalam memahami manfaat sandal kesehatan.

Setahu saya dalam seleksi masuk militer atau polisi ada jenis telapak kaki yang pasti tidak akan lolos yaitu KAKI DATAR. Yaitu orang yang telapak kakinya tidak memiliki cekungan sebagaimana lazimnya sehingga kalau berjalan seluruh muka telapak kakinya menyentuh tanah. Konon (saya juga belum baca artikel ilmiahnya) orang dengan jenis kaki ini cepat lelah sehingga tidak kuat jalan jauh. Tentu saja dunia militer tidak bisa menerima calon dengan kelainan tersebut.

Apa hubungannya?
Begini, bahwa di telapak kaki kita ada titik-titik refleksi yang dengan memijat titik-titik tersebut bermanfaat bagi kesehatan kita semua sepakat. Tapi jika ada suatu sandal sedemikian rupa sehingga setiap berjalan titik-titik refleksi di kaki kita tertekan (terpijit) termasuk bagian lengkungan telapak kaki kita bukankah artinya kita malah sedang memperlakukan kaki normal kita sebagaimana penyandang kaki datar? Lengkungan pada telapak kaki kita kodratnya adalah tidak menyentuh tanah (tidak tertekan saat berjalan), lalu sebuah sandal kesehatan membuat titik-titik pada lengkungan telapak kaki kita tertekan?

Monggo di komen

Posted by: blogiwan | 21 June 2013

Reality is not reality , Perception is reality

Tadinya saya mau menulis tentang apa yang kita bayar dari secangkir 

Starbucks Coffee, tetapi mood saya pada marketing sudah menipis …

hemmm.. jadi saya ganti .

 

Orang ribut tentang kenaikan BBM dan BALSEM kenapa ????

Padahal bukan hanya BBM yang naik akhir-akhir ini misal : tiket Kereta Api Jawa ,tarip PLN, Komuter line dll.

 

Kenaikan harga tiket kereta api tidak menimbulkan keributan boleh jadi karena caranya yang berbeda. Bukan naik tapi produk yang lama (KA Ekonomi) sudah tidak ada lagi diganti produk baru (KA Ekonomi AC). Atau bisa juga karena memang kemampuan konsumen sebenarnya sudah mampu dengan harga yang baru saat ini. 

 

Pun dengan PLN kenapa tidak ada yang ribut ? Kenaikan tarif PLN tidak langsung drastis  tapi sedikit-sedikit tiap tiga bulan. Dan untuk golongan 450VA dan 900VA tidak naik, artinya untuk kelas konsumen kurang mampu tidak ada kenaikan. Sekali lagi ternyata caranya yang berbeda.

 

Masih banyak contoh lain barangkali tetapi dua contoh diatas menurut saya sudah cukup mewakili. Lalu pertanyaannya “Kenapa BBM naik tidak dengan cara-cara seperti itu ?”

  • Produk lama (premium) sudah tidak ada lagi. Masalahnya mungkin jarak harga antara Premium dan Pertamax terlalu jauh (Rp 4.500 vs Rp 9.500). Kalau ini masalahnya ya sudah silahkan bikin produk baru Pertamin misalnya, dengan harag Rp 6.500. 
  • Harga naik periodikal misal tiap 6 bulan. Mungkin masalahnya adalalah sulit kontrol spekulan tapi menurut saya itu bukan masalah. Kalaupun itu dipermasalahkan , mestinya itu yang dicari jalan keluar bukan menunda kenaikan.

Kenaikan harga BBM menimbulkan gelombang inflasi , ya.. itu pasti . Karena sebagian besar produk ,Energi menjadi kebutuhan baik pada phase produksi maupun pada phase distribusi. 

 

Reality is not reality , perception is reality

Dimana nyambungnya yaaa… 

Masalah pada inflasi menjadi lebih besar karena hitungannya buakn dengan hitungan pasti matetamtis tapi dengan persepsi.

 

Dan anehnya lagi perubahan harga ini menjadi bahan pihak ketiga –saya sebut pihak ketiga karena tidak bagian dari penjual,produk atau konsumen– untuk membuat persepsi masyarakat seolaholah ada yang menyengsarakan dan ada yang membela. Padalah itu tidak terjadi pada Tarif KA dan PLN.

Copy dari tulisan kakak saya di fb

Posted by: blogiwan | 21 June 2013

Lelaki Berhati Cahaya

Peter lelaki berhati cahaya itu sedang berbunga-bunga hatinya. Setelah menempuh pendadaran yang mendebarkan dan revisi2 yang memakan hati selama 2 bulan penuh kini ia mantaf mengambil sebuah formulir nan sakral berjudul “Pendaftaran Wisuda”. Duhai betapa tidak bisa dipungkiri ia hampir saja menitikkan air mata, mengenang 5 tahun lalu ia berada di kantor ini, di loket yang sama, dilayani seorang ibu paruh baya yang sama bahkan rasanya pada jam yang sama untuk mengambil formulir yang sama sekali berbeda dengan yang sekarang telah ditangannya, itulah saat ia regitrasi masuk kampus paling bergengsi di kota gudeg itu. Setelah mengisi semua kotak isian iapun merekatkan 5 pasfoto berwarna dengan background merah di kotak paling bawah. Pada bagian ini ia tertegun sejenak melihat fotonya sendiri. Kembali pikirannya melayang pada sebuah sketsa 5 tahun lalu, saat itu iapun menempelkan pasfoto 5 lembar di formulir registrasi, tapi itulah bedanya, 5 tahun lalu ibu paruh baya pegawai skretariat ini yang tertegun sejenak melihat fotonya. Barangkali ia tak yakin anak semuda dia registrasi menjadi mahasiswa sementara facenya masih culun dan menggemaskan. Kini 5 foto itu menunjukkan gurat lelaki yang beranjak dewasa. Bahkan meski telah dicukur rapi tampak jelas gurat kumisnya.

 

Setelah ia lampirkan transkrip nilai terakhir, keterangan hasil sidang, surat bebas pustaka dan kwitansi pembayaran wisuda formulir pendaftaran wisuda itupun ia sodorkan ke lubang loket didepannya. Ibu paruh baya itu menerima lalu memeriksa sejenak, lantas ia tersenyum pada Peter dan berpesan :

 

“Tanggal 20 kesini lagi ya Dik, ngambil toga dan undangan pendamping wisuda”

“Iya bu makasih”

 

Ia melangkah meninggalkan kantor sekretariat FISIP UGM setelah mengedarkan pandangan sejenak ke sekeliling,  berharap bertemu teman seangkatan melakukan hal yang sama. Nihil tak ada satupun yang ia kenal, kalaupun ada yang daftar wisuda kebanyakan adalah adik tingkat yang jarang ia kenal. Ia bergegas ke tempat yang sudah ia rencanakan, Masjid Al Fath. Ia tumpahkan segala kesyukuran disana. Setelah menunaikan 4 rekaat dhuha, ia bersimpuh menengadah mengucap tasbih dan tahmid tiada henti. Air matanya menitik lalu tak terbendung dan mengalir deras. 5 tahun kuliah yang ia lalui menjelma menjadi sketsa-sketsa pendek dengan macam setting, tokoh dan peran berganti-ganti. Ia tahu betul bagi sebagian orang seperti dia kegembiraan dan sukacita menjadi mahasiswa sebenarnya hanya terjadi di tahun pertama. Tahun kedua dan seterusnya adalah tahun perjuangan dan pergulatan hidup yang lebih banyak dukanya daripada sukanya. Segala kepahitan dan kegetiran hidup yang menggiriskan hati pernah ia alami. Pernah ia kelaparan dan seharian hanya minum air putih karena tak punya uang sepeserpun. Belum lagi cerita khas mahasiswa tiap hari makan mie instan iapun pernah mengalami sampai akhirnya terkapar oleh Salmonella Thyposa. Ia juga tak mungkin lupa masa-masa ia memanggul beras kepada warung-warung langganannya tanpa malu disela-sela kuliah. Ia bahkan sering menerima order permintaan beras segera padahal sedang mengikuti kuliah Profesor idolanya. Belakangan baru saya tahu saat itu dia butuh banyak uang karena menghilangkan kamera temannya.

 

Keluar dari masjid Peter sudah punya rencananya berikutnya, pulang. Ia rindu sekali dengan ibunya. Kadang ia bertanya apakah semua anak manusia di dunia ini berpikir yang sama bahwa ibu adalah manusia terhebat? Ia merasa ibunya adalah orang terhebat. Hanya ibunya yang bisa memaklumi dan memahami kemaluan, emm maksud saya sifat Peter yang pemalu. Ibunya juga yang selalu berkomentar dia tambah gemuk, tambah kurus atau tambah ganteng. Yang terakhir ini tentu saja dusta yang dihalalkan. Ibunya yang selalu membuat masakan istimewa tiap dia pulang padahal ia tahu saat tak ada dirinya Ibunya masak ala kadarnya untuk makan berdua dengan Bapaknya. Bagi seorang Ibu dimana saja di dunia ini kebahagiaan anak adalah segalanya. Peter barangkali tak tahu setiap dia dirumah yang tak pernah lebih dari 3 hari itu sebenarnya Ibunya berharap ia menghabiskan waktu dirumah. Bagi seorang ibu menatap anaknya sudah lebih dari cukup untuk mengobati rindu. Bahkan seandainya Peter Cuma bermalas-malasan di rumahpun tak apa. Tapi begitulah Peter, kepulangan yang jarang-jarang itupun ia pakai untuk bermacam kegiatan di kota. Sehingga ia hanya menyisakan malam untuk istirahat di rumah. Ia tidak tahu dikala ia sudah larut dalam mimpi itu ibunya sering membuka pintu perlahan, menatap wajahnya yang pulas dari sela pintu yang terbuka. Ibunya bahkan tak berani masuk karena khawatir mengusik tidurnya. Ah dimana-mana Ibu memang hebat!

 

Keesokan paginya setelah menghabiskan sarapan istimewa bikinan Ibu paling istimewa ia membuka pembicaraan dengan hati-hati. Ia ingin mengutarakan sesuatu yang sudah sejak setengah tahun lalu ia pendam.

“Mas bentar lagi sarjana ya Bu?”

“Yo alhamdulillah, bue seneng akhirnya kowe lulus juga”

“Setelah wisuda ngopo yo Buk?”

“Yo cari kerja, kalau perlu nglamar PNS biar kerja enak seperti mbak Um itu lho”

“Ogah bu PNS sekarang kudu nyogok, haram Bu haram”

“Wes ta lah yang penting kan kerjanya enak, dapat pensiun”

“Emang Ibu mau cucu ibu nanti disuapi makanan haram?”

Ibunya menarik nafas sejenak. Tak bisa berkata-kata dan diam-diam membenarkan anaknya. Tiba-tiba Peter seperti mendapat momen yang pas untuk menyatakan maksdunya.

“O iya bu, Ibu ga pengen nimang cucu?, lama sekali ya Bu kita Cuma hidup berempat, Bapak, Ibu, Mas dan Adek..sepi banget rasanya rumah ini”

“Kowe ki to le, kowe kan laki-laki dan anak laki-laki ibu satu-satunya, mbok jangan buru-buru nikah, paling ngga tunggu adikmu lulus dulu, ibu ini pengennya malah adekmu itu yang nikah dulu, dia kan cewe”

“Ya udah Bu adek dinikahin aja, habis itu mas nikah beres kan?”

“Woooo bocah ki, adekmu tu belum lulus yo”

“Emang sejak kapan nikah mesti nunggu lulus bu?”

“Hah Ibu ga mau berdebat pokoknya Ibu ga mau kowe nikah sekarang, tunggu adekmu lulus,, wis”

 

Peter menghela nafas panjang. Ia sudah KO di ronde pertama. Ia juga tak tega berdebat lebih lanjut, ia khawatir hati Ibunya terluka. Mungkin ia harus mencari momen yang tepat lain waktu. Sejurus kemudian tiba-tiba Ibunya menoleh dan menatap tajam padanya.

“Lagipula orang tua mana yang mau menikahkan anaknya dengan sarjana belum punya kerjaan tetap koyo kowe? Orang masihn lontang-lantung ra genah kok jaluk kawin”

Kali ini Peter bukan hanya KO. Ia terlempar keluar ring, tubuhnya terkapar dan nafasnya tersengal-sengal. Mata berkunang dan tubuhnya mati rasa. Ia pingsan.

Posted by: blogiwan | 15 June 2013

MENGHASUT SI MISKIN (dengan) MENYALAHKAN SI KAYA

Hari ini kita dihangatkan dengan pro kontra rencana pemerintah menaikkan harga BBM subsidi sebesar 45%, dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500. Yang menarik adalah biasanya pemerintah menaikkan harga BBM untuk menyesuaikan dengan harga minyak mentah dunia yang melambung tinggi melebihi asumsi yang ditetapkan APBN. Kali ini tidak, harga minyak dunia sedang stabil jadi apa alasan menaikkan harga BBM subsidi?

Konon (saya sebut begitu karena mirip dongeng) jika BBM subsidi tidak dinaikkan APBN akan defisit lebih dari 250 Trilyun rupiah. Ok lah dari dulu juga begitu alasannya. Karena harga minyak mentah dunia sebenarnya sedang tidak naik pemerintah sepertinya merasa perlu ada isu yang dijual (meski sebenarnya ini juga isu lama), yaitu Selama ini BBM subsidi tidak tepat sasaran, 70% dinikmati orang kaya. Benarkah demikian? Mari kita telaah.

Jika para ahli menggunakan data sana-sini saya ingin mendatangkan perspektif baru yaitu: Data Penjualan Otomotif di Indonesia. Hal ini karena saya bekerja pada bidang tersebut. Sumber datanya pun cukup mudah diakses, untuk data penjualan roda dua bisa diakses di http://www.aisi.or.id, sedangkan data penjualan roda empat silakan cek http://www.gaikindo.or.id

Perhatikan grafik dibawah ini:
Mobil vs Motor

Data diatas adalah data penjualan sepeda motor vs mobil all merk dari tahun 2005-2013 (2013 sampai Mei). Sebenarnya kita bisa menarik data dari tahun 90-an, tapi karena kebutuhan kita adalah untuk perbandingan maka 8 tahun rasanya cukup. Kalau ditotal terlihat dari 2005-2013 ada 5jt lebih kendaraan roda empat terjual, dan pada rentang yang sama ada 50jt lebih sepeda motor terjual. Saya ingin berasumsi mobil mewakili si kaya sedangkan motor mewakili si miskin. Dari data tersebut terlihat perbandingan jumlah mobil:motor adalah 1:10. Eit tunggu dulu, data penjualan mobil belum dikurangi
1. Mobil dinas yang digunakan mulai eselon sampai staf daerah-daerah
2. Penjualan bus dan truck, karena bus dan truck include dalam data tersebut.
3. Mobil yang diekspor, mobil dibuat di Indonesia tapi diekspor include dalam data tersebut.

Katakanlah 3 hal diatas kita abaikan dulu. Saya mau mengajukan asumsi baru, misalkan setiap yang punya satu mobil juga punya satu motor, berarti jumlah motor dikurangi 5jt, perbandingan si kaya:si miskin diperoleh 1:9

Ok itu dicatat dulu. Mari kita lihat data penjualan roda empat all merk Januari-Mei 2013 dari Gaikindo berikut ini:
New Picture (2)

Silakan amati data tersebut.
1. Porsi terbesar penjualan mobil adalah segmen MPV dengan CC kurang dari 1500, mencapai 54%.
2. Porsi kedua adalah penjualan bus dan truck yang kalau dijumlah mencapai 27%.
3. Porsi ketiga adalah MPV & SUV dengan CC lebih dari 1500 tapi kurang dari 2500, mencapai 13%

Sisanya adalah selain ketiga diatas dengan porsi tidak signifikan. Orang kaya yang diilustrasikan dengan mobil Camry, Volvo, Mercy, Accord misalnya hanya mencapai 1,4% (lihat penjualan sedan). Itupun saya yakin mereka pakai pertamax. Katakanlah orang kaya diwakili porsi pertama dan kedua maka perbandingan mobil:motor tidak lagi 1:9 tapi malah cuma 0,6:9.

Katakanlah sebuah mobil itu saking borosnya untuk jarak yang sama perlu BBM 4x lipat daripada motor maka perbandingan konsumsi BBM antara si kaya:si miskin adalah 2,4:9. Hitungan itu sudah mengandaikan mobil paling boros lho. Perbandingan konsumsi BBM mobilnya mau dinaikkan sampai 5x lipat atau 6x lipat dari motor silakan dihitung sendiri.

Dari data yang saya ajukan ini mari kita tanyakan pemerintah, maksud BBM subsidi sebagian besar dihabiskan orang kaya itu pakai data apa?

Wallahu’alam

Sebenarnya saya bercita-cita menulis kisah ini dengan detail ala investigasi atau reportase dengan menyelipkan foto-foto pemerannya. Tapi apa daya dengan kesibukan saya sekarang susah untuk mewujudkannya. Lebih-lebih saya sekarang jauh dari kampung halaman tempat kisah ini terjadi.

Kisah ini adalah nyata, jika ada yang meleset atau salah tulis atau salah kutip itu karena saya tidak langsung menulisnya saat mendengar kisah ini.

Waktu kecil kami punya guru ngaji, kami biasa memanggilnya “Kang Syam”. Sebenarnya nama aslinya Sumijan, tapi di Pesantren sang Kyai memberi nama Syamsu Roji’, sehingga begitulah kami memanggilnya Kang Syam.

Setelah menikah Kang Syam tidak lagi tinggal di kampung kami, ia tinggal di kampung istrinya. Suatu hari satu penyakit menyebabkan dia lumpuh kaki kirinya, selain lumpuh perlahan kakinya mengecil. Dalam rentang 2 tahun beliau bercerita tidak kurang 4 kali masuk rumah sakit, kadang masuk RSUD Dr. Raden Soedjati, kadang masuk RS.Panti Rahayu yang di tempat kami lebih populer dengan sebutan RS Yakkum. Beliau bercerita bahwa selama 4 kali masuk rumah sakit tersebut boleh dibilang hasilnya nihil. Bahkan untuk sekedar mendapati sumber atau nama penyakitnya. Dokter yang menanganinya cuma menduga ini gangguan saraf dsb.

Lalu suatu hari Kang Syam berinisiatif memeriksakan diri ke Puskesmas Grobogan. Dari sinilah takdir Allah mempertemukan dia dengan seorang dokter magang yang kemudian menjadi perantara kesembuhannya. Singkat cerita setelah cek ini itu, dan wawancara mendalam dokter tersebut meminta sampel dahak Kang Syam. Benar saja beberapa hari kemudian setelah hasil lab keluar ternyata kelumpuhan Kang Syam disebabkan penyakit paru-paru. Kok bisa?

Kang Syam cerita dia juga heran apa hubungannya sakit paru-paru sama kelumpuhan? Berdasar cerita Kang Syam dokter tersebut menjelaskan dengan contoh seorang penyanyi legendaris Chrisye yang juga lumpuh padahal sakitnya paru-paru.

Singkat cerita Kang Syam diberi resep obat yang harus diminum setahun tanpa boleh kelewatan sehari saja, seperti pengobatan penderita TBC. Obatnya gratis dan bisa diambil di Puskesmas tiap bulan.

Biidznillah sebelum masa penyembuhan habis beliau sudah bisa kembali berjalan. Bahkan kakinya yang mengecil mulai pulih dan membesar lagi. Suatu saat nanti kalau bertemu lagi saya akan ambil foto beliau untuk saya upload disini, juga akan saya tanyakan siapa nama dokter tersebut.

Hikmah dari kisah ini adalah tetaplah optimis dalam mencari kesembuhan.

Posted by: blogiwan | 26 May 2013

Arti Sembilu

Saya bukan mau membuat puisi atau roman dengan judul yang saya buat. Saya mau menjelaskan dengan sebenarnya apa itu “sembilu”. Sembilu biasanya muncul dalam kutipan lagu-lagu sedih, “bagai tersayat sembilu” atau “bagai diiris sembilu”. Sebenarnya apa arti sembilu?

Ada diantara anda mungkin pernah melihatnya tapi tak tahu bahwa itu namanya sembilu. Sembilu adalah sepotong bambu yang dibelah lalu ditajamkan sedemikian rupa pada satu sisinya sehingga menjadi pisau buatan. Lain kali kalau ada kesempatan akan saya buatkan lalu saya upload fotonya pada anda. Lalu kenapa “tersayat sembilu” digunakan untuk menggambarkan hati yang pedih? Kenapa tidak “tersayat pisau” saja?

Jujur saja rasanya memang lain. Tersayat pisau atau senjata tajam jauh berbeda rasanya dengan tersayat sembilu. Saya bisa bicara begini karena pernah merasakan dua-duanya. Bambu mempunyai kulit luar setebal 1-2 mm, bagian ini bila dibeset lalu digunakan mengiris kulit anda jangan tanya rasanya. Selain rasa khas kulit teriris ada tambahan rasa gabungan dari perih, panas, dan gatal. Pokoknya sakit banget. Dalam bahasa Jawa kesayat kulit bambu disebut “kebeler

Nah yang dibikin sembilu ini juga bagian kulitnya, ditajamkan sedemikian rupa. Di kampung saya sembilu akan dibuat kalau ada yang menyembelih sapi atau kambing. Sembilu biasanya digunakan untuk memburai usus kambing atau sapi, juga untuk memotong-motongnya.

Menurut cerita orang tua dulu khitanan itu pakai sembilu.. Huuuuu sakit gan. Tapi saya masih menyaksikan sendiri ketika masih banyak kelahiran dibantu dukun bayi, mereka menggunakan sembilu untuk memotong plasenta bayi..

Posted by: blogiwan | 23 May 2013

Meluruskan Makna Ohayou Gozaimasu

Anda barangkali pernah mendengar seorang motivator berkata bahwa di Jepang mau pagi,mau siang atau malam mereka mengucapkan “ohayou gozaimasu” alias Selamat Pagi dalam bahasa kita. Kata motivatornya hal itu menunjukkan kita harus tetap semangat, setiap waktu semangat seperti semangat di pagi hari.. Tapi benarkah begitu?

Sebenarnya begini. Memang benar orang Jepang mengucapkan Ohayou Gozaimasu tidak melulu di pagi hari, tapi juga bukan berarti setiap waktu mereka bertemu mengucapkan Ohayou Gozaimasu.. Ohayou Gozaimasu adalah sapaan bertemu ketika seseorang baru sampai kantor/pabrik tempatnya bekerja. Nah jika dia pabrik memberlakukan kerja shift maka mereka tetap mengucapkan ohayou gozaimasu saat baru datang di pabrik meski saat itu shift 2 sore hari atau shift 3 malam. Bahkan karyawan yang jam kerja mulai jam 8 pagi lalu ia telat sehingga datang jam 12 siang ia tetap mengucapkan ohayou gozaimasu. Hal ini yang kemudian dibawa-bawa ke Indonesia bahwa orang Jepang selalu mengucapkan Ohayou Gozaimasu ga pandang pagi, siang atau malam.

Pada kenyataannya bahasa Jepang juga mengenal kata konichiwa (selamat siang), dan konbanwa (selamat malam). Sedangkan pagi sendiri bahasa Jepangnya adalah “asa”. Jadi sebenarnya Ohayou Gozaimasu itu gimana?

Sebenarnya Ohayou Gozaimasu diartikan “Selamat Pagi” itu bukan makna harfiahnya (makna apa adanya). Kalau diterjemahkan secara bahasa Ohayou Gozaimasu artinya “o kamu cepat sekali (datangnya)”.. Kata sensei saya yang 5 tahun kuliah dan kerja di Jepang, ohayou gozaimasu itu sebenarnya semacam say hallo saja.. Sama seperti kita ketemu teman di kantor saat baru datang lalu melambaikan tangan dan say :”hai..”

Jika teman-teman pernah di Jepang mohon koreksinya jika salah..

Posted by: blogiwan | 23 May 2013

Rute Angkutan Umum Ke MM2100

Anda yang mendapat panggilan interview pada perusahaan yang beralamat di Kawasan Industri MM2100 mungkin akan langsung ngetik “rute angkutan umum ke mm2100” di google. Dari sekian hasil pencarian mungkin anda mendapat gambaran tapi mungkin juga ga ngerti sama sekali. Berbagi pengalaman dan kebetulan sudah setahun saya bekerja di Kawasan Industri MM2100 berikut adalah beberapa pilihan transportasi yang dapat anda gunakan untuk mencapai Kawasan Industri MM2100.

Pertama, dimanakah Kawasan Industri MM2100 berada?
Kawasan Industri MM2100 berada di desa Jatiwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Jika anda naek mobil di jalan tol Jakarta-Cikampek lalu melihat pabrik Astra Honda Motor (AHM) disisi tol maka itulah Kawasan MM2100. Cikarang Barat adalah hasil pemekaran dari kecamatan Cibitung, oleh sebab itu orang masih sering menyebut Kawasan MM2100 ini berada di Cibitung. Bahkan kalau mau masuk ke Kawasan MM2100 via tol maka gerbang keluarnya adalah gerbang tol Cibitung.

Berikut adalah berbagai pilihan rute angkutan umum ke MM2100. Perlu diketahui rute ini saya sampaikan dengan penyeragaman bahwa kalau saya bilang “turun di Cibitung” artinya turunlah sesaat setelah bis keluar gerbang tol cibitung, biasanya kernet atau kondektur akan teriak “kawasan-kawasan” atau “ojek” atau “kalimalang”. Setelah itu silakan naek ojek dengan menyebutkan perusahaan yang ingin anda tuju. Jangan lupa sepakati ongkosnya dimuka.

1. Dari Cilegon dan Serang anda bisa naek bis Cikarang-Merak (antara lain bis Bhinneka) yang berangkat dari terminal Merak dan akan transit di terminal Pakupatan Serang. Ongkosnya Rp.35.000 (2013). Turun di Cibitung.

2. Dari Rangkas Bitung, Balaraja, Bitung anda bisa naek bis 3/4 AC KJU Putra jurusan Rangkasbitung-Cikarang. Ongkos dari Balaraja Rp.20.000 (2012). Pada hari Senin bis berangkat 02.30 dari rangkas bitung.

3. Dari Tangerang anda bisa naek bis Agra Mas yang berangkat dari terminal Poris Plawad hampir setiap jam sekali. Ongkosnya Rp.14.500 (2012). Bus melewati rute Poris-Cikokol-BSD-Veteran-Pasar Rebo-Kampung Rambutan-Jatibening-Cibitung-Cikarang. Turunlah di Cibitung.

4. Dari Tangerang anda juga bisa naek bis Mayasari Bakti AC-125 jurusan Kalideres-Cikarang. Ongkos Rp.12.000 (2013). Bis paling pagi jam 05.00. Rute Kalideres-Sepanjang Jl.Daan Mogot-Masuk Tol di Grogol-Jatibening-Cibitung-Cikarang. Turunlah di Cibitung.

5. Dari Terminal Tanjung Priuk anda bisa naek bis Maya Raya jurusan Tj.Priok-Cikarang. Ongkos Rp.10.000 (2013).

6. Dari Baranangsiang Bogor juga ada Agra Mas jurusan Bogor-Cikarang via Pasar Rebo. Turun di Cibitung. Ongkos lupa

Posted by: blogiwan | 29 May 2012

Roti Buaya VS Buaya Darat

Pernahkah anda memperhatikan dan penasaran dengan hal kecil ataupun besar di sekitar anda? Saya suka begitu, saya suka bertanya kenapa begini kenapa begitu. Dan dalam tulisan ini saya mau membahas satu hal yang belum lama ini baru saya tahu. Roti Buaya. Setiap suku punya adat unik dalam rangkaian acara pernikahan. Salah satunya adalah adanya roti buaya sebagai salah satu seserahan dalam pernikahan adat Betawi. Kenapa roti buaya?

                Ternyata buaya adalah perlambang kesetiaan. Buaya termasuk binatang yang setia dengan pasangannya, tidak seperti binatang lain yang gonta-ganti pasangan sesuka hati, buaya jantan hanya kawin dengan satu  betina dan setia dengannya seumur hidup. Saya tidak tahu tepatnya apakah ini suatu fakta ilmiah atau sesuatu yang dipercaya secara turun menurun. Yang jelas ini adalah alasan yang sebenarnya mengenai asal-muasal roti buaya dalam tradisi pernikahan Betawi. Mengenai hal ini anda bisa googling dan akan ketemu banyak referensi yang bisa anda baca.

                Yang lalu menggelitik saya adalah kenapa laki-laki yang tak setia disebut buaya darat? Kata temen saya “ya itu dia, yang setia sama pasangan itu buaya air, buaya darat sebaliknya”. Kali inipun saya tidak tahu pasti istilah buaya darat itu darimana bermula. Tapi bila dikaitkan dengan roti buaya yang merupakan perlambang kesetiaan mungkin benar bahwa adanya penambahan “darat” itu menunjukkan kesebalikannya. Buaya air setia, buaya darat ga setia.

                Mungkin teman-teman ada yang tahu ceritanya?

Posted by: blogiwan | 27 April 2012

Poligami VS Jihad

Saya sudah berpikir 10 atau 20 kali sebelum membuat judul dan tentu saja menulis artikel ini. Masuk Islam adalah kaffah, masuklah secara keseluruhannya, lakukan apa yang diperintahkan meski berat dan jauhi apa yang dilarang meski menyenangkan. Pembahasan poligami selalu menarik bagi pria dan tentu saja sebaliknya bagi wanita. “Wanita mana sih yang mau dimadu?” begitu kira-kira yang sering kita dengar. Sebagai laki-laki tulisan saya berikut ini mungkin subyektif tapi saya berusaha sekuat tenaga agar obyektif.. Ok

Pertama kita harus pahami bahwa semua syariat Islam yang dibawa Rasulullah saw pada dasarnya adalah untuk mengangkat harkat manusia. Islam saat itu berusaha menghapus perbudakan, antara lain dengan bentuk hukuman atas dosa tertentu adalah dengan membebaskan budak. Misal dosa bersenggama di siang hari di bulan Ramadhan. Maka ketahuilah bahwa kebolehan poligami maksimal 4 justru dimasa itu adalah untuk membatasi poligami. Sebelum turun syariat ini pria-pria Arab terbiasa beristri lebih dari 4, bisa sampai 9 atau lebih.

Kedua kita harus menyadari bahwa poligami bukan tanpa syarat. Adil adalah syarat utama orang yang ingin berpoligami. Anda mungkin akan bilang “bisakah manusia berlaku adil?” Itulah beratnya bahas masalah ini. Di kepala kita terlanjur mengartikan bahwa adil adalah sama. Padahal dalam bahasa Arab, Al Adlu artinya “menempatkan sesuatu pada tempatnya”. Adil lebih tepatnya berarti proporsional. Persepsi yang salah juga mengira bahwa adil disini adalah soal cinta. “Dapatkah orang membagi cinta dengan adil?” Tentu saja tidak atau setidaknya susah. Baca lagi buku-buku risalah nikah, kewajiban adil bagi pria yang berpoligami hanya soal membagi malam dan harta. Cinta soal hati, tidak ada alat ukur yang pasti, jika tidak ada alat ukurnya apapun susah dibandingkan.

Apakah poligami sunnah?

Saya tentu saja tidak bisa menjawab itu dengan kapasitas saya yang jahil dan bukan siapa-siapa ini. Meski begitu menurut saya pribadi poligami bukan sunnah, poligami hanya kebolehan saja.Itupun dengan syarat mampu dan adil.

Jadi maksud judul ini apa?

Well, silakan buka surat Al Baqarah ayat 216. Baca dan hayati. Muslimah, bahkan yang paling paham terhadap dien ini masih suka keberatan dan berkomentar miring tentang poligami, sampai-sampai seolah-olah semacam mengharamkan poligami. Atau minimal semacam menyesalkan mengapa ada kebolehan macam ini. Sekarang setelah membaca ayat tersebut apa pendapat anda? Lihat laki-laki juga punya kewajiban yang kalau mau diukur dengan perasaan itu berat banget. Yak jihad!! Di Al Quran kewajiban yang diuraikan dengan “Ya ayyuhalladzina amanu kutiba… ” cuma ada 3. kewajiban melaksanakan Qishos, kewajiban puasa dan kewajiban jihad. Its ok pada prakteknya saat ini kita tidak bisa benar-benar membandingkan betapa menerima suami berpoligami itu sama beratnya dengan kewajiban jihad pria karena kita tinggal di era yang berbeda dengan saat syariat ini diturunkan. Mari menengok sejarah, bahwa udzur jihad cuma untuk kakek-kakek dan bocah-bocah serta yang sakit. Kewajiban jihad tidak memberi keringanan bahkan untuk seorang pria yang sedang bulan madu hingga ia menjemput syahid  sebelum sempat mandi junub.

Ringkasnya saya cuma mau bilang bahwa ok anda para muslimah keberatan dengan kebolehan pria berpoligami tapi mari bersikap fair bahwa laki-laki juga punya sesuatu yang susah diterima tapi wajib diterima. Jihad. Bahwa saat ini kita tidak benar-benar berada pada kondisi yang mewajibkan pria berjihad bukan alasan untuk seolah-olah pria itu dapat enaknya saja. Pada saatnya nanti seruan jihad akan datang pada setiap lelaki yang mengaku muslim.

Apakah saya ingin berpoligami?

Secara nurani tidak, tapi jika seorang wanita dan itu calon istri saya menyuruh saya bersumpah tidak akan berpoligami saya tidak bersedia. Saya tidak mau bersumpah untuk tidak melakukan apa yang dibolehkan Allah.

Mari siskusi

 

Older Posts »

Categories